Di balik indahnya kehidupan, hidup adalah suatu perjuangan, ya berjuang untuk besok, lusa, dan seterusnya. Sesulit-sulitnya aku dalam menghadapi persoalanku selama ini, ternyata masih ada yang lebih sulit lagi. Yang membuat suatu karakteristik anak Adam dewasa sebelum waktunya, karena dia memang harus dituntut untuk dewasa saat itu juga.
Namanya riky, ya…teman baruku yang sekarang tinggal di jerman dan menjadi warga Negara jerman. Sorot matanya yang tajam menunjukkan kalo hidup itu memang kejam dan harus di hadapi, setiap senyum kecilnya yang dia berikan kepadaku memberi arti kalau sudah banyak pahit dan getirnya kehidupan yang dia lalui.
Pada tahun 1997, dia terpaksa pergi meninggalkan Indonesia, meninggalkan ayah dan ibunya di Indonesia, meninggalkan adik perempuanya di Indonesia. Sulit memang, pergi dari orang-orang yang kita sayangi, apalagi pergi dalam keadaan terpaksa. Dan itu semua dialami oleh riky. Dinegara yang baru, suasana baru, kehidupan baru….dan orang-orang yang baru. Dengan usia riky yang saat itu masihlah sangat muda. Pasti sulit, sulit banget.
(aku jadi keingat dulu kata2 mas wawan, dia bilang gini “bencana yang paling berat dialami oleh manusia adalah jika manusia itu terpisah dari saudaranya, terpisah dari orang tuanya karena suatu hal ataupun bencana alam.”.)
dan itu semua dialami oleh riky, dia terpisah dari orang tuanya saat stm saja belum lulus, dan baru boleh ketemu orang tuanya saat riky berumur 28 tahun. 11 tahun sudah dia di negeri Hitler itu, meski sekarang riky sudah mempunyai pekerjaan yang lumayan mapan di sebuah perusahaan ternama di jerman, mobil, rumah beserta isinya, tapi aku yakin kalo itu semua tidak akan cukup untuk membayar semua kekosongannya tanpa orang tua dan saudara di dekatnya. Kehampaan selama 11 tahun tinggal sendiri di negeri orang. Bertaruh dengan kehidupannya sendiri. Berjuang mencari hak-haknya di Negara asing. Mencari kehidupan atas kemenangannya. Mencari makna cinta tanpa harus mengenalnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar