Jumat, 14 November 2008

The NiCe daY

Hari ini indah. Meski tadi pagi hujan membangunkanku dengan belaiannya yang sangat dingin, dan tidak mau kalah dengan hujan mamaku juga membangunkanku dengan menarik selimut yang sedang memelukku dengan hangatnya. I remain to smile. Its my day…yippeeee… . Setelah setengah jam hujan mengguyur kotaku,, akhirnya selesai juga. Hehee…aku keluar rumah,, good morning world. Pagi yang sejuk. Pagi yang nyaman. Pagi yang indah. Untung…untung aku ngga ada kulia pagi ini, hohoo bukannya malas, tapi mungkin aku ngga rela kalo harus memberikan pagiku yang ini untuk mendengarkan bunyi alarm yang memekakkan telinga, sholat shubuh yang super cepet kayak orang olah raga, berlari-lari menuju kamar mandi, mandi bebek, dandan ala cowok, dan yang pasti niy berangkat kekampus pake motor ala valentino rosi. Huhh,, sudahlah cukup 4 hari saja kuliah ku padat dari jam 7 pagi teet mpe jam 5 soreee.

Meski ngga kulia pagi, bukan berarti hari ini aku libur. Aku kulia jam 1 siang. Kulia kuantum. tapi aku berangkat jam 10, maklum orang pinterrr. Hohoo…ngga denk, aku ke kost temen dulu, nyalin tugas..hihii…bahasa kerennya siy nyontek, bahasa gaulnya nuron, huuuu…bahasa kunonya njiplak. Bahasa sansekertanya….tanya simbah aja sono, bahasa jepangnya…emmmm apa ya lupa aku, bahasa prancisnya…entar ta tanyain tetanggaku dulu ada yang kulia di sastra prancis UGM kalo ga salah, bahasa inggrisnya…taulah liat kamus aja,, jangan bilang ngga ada kamus….Hari gini ngga punya kamus...kelaut aja loe maen ama ubur-ubur…

Entah kenapa waktu berangkat, dipertengahan jalan tadi tiba-tiba aku merasa bawaanya seneng banget. Mood aku sedang tertawa-tawa niy, aku sendiri juga ngga ngerti kok bisa. Biasanya, pagi hari aku butuh merasakan kehangatan sinar sang surya dulu untuk membangkitkan semangatku, membangkitkan rasa senangku. But, kali ini tidak. Sun not shining in the morning. Mendung siy abis ujan tadi. Trus apa donk. Taulah yang pasti I m happy now, And I hope U so.

Inside of our life

Di balik indahnya kehidupan, hidup adalah suatu perjuangan, ya berjuang untuk besok, lusa, dan seterusnya. Sesulit-sulitnya aku dalam menghadapi persoalanku selama ini, ternyata masih ada yang lebih sulit lagi. Yang membuat suatu karakteristik anak Adam dewasa sebelum waktunya, karena dia memang harus dituntut untuk dewasa saat itu juga.
Namanya riky, ya…teman baruku yang sekarang tinggal di jerman dan menjadi warga Negara jerman. Sorot matanya yang tajam menunjukkan kalo hidup itu memang kejam dan harus di hadapi, setiap senyum kecilnya yang dia berikan kepadaku memberi arti kalau sudah banyak pahit dan getirnya kehidupan yang dia lalui.
Pada tahun 1997, dia terpaksa pergi meninggalkan Indonesia, meninggalkan ayah dan ibunya di Indonesia, meninggalkan adik perempuanya di Indonesia. Sulit memang, pergi dari orang-orang yang kita sayangi, apalagi pergi dalam keadaan terpaksa. Dan itu semua dialami oleh riky. Dinegara yang baru, suasana baru, kehidupan baru….dan orang-orang yang baru. Dengan usia riky yang saat itu masihlah sangat muda. Pasti sulit, sulit banget.
(aku jadi keingat dulu kata2 mas wawan, dia bilang gini “bencana yang paling berat dialami oleh manusia adalah jika manusia itu terpisah dari saudaranya, terpisah dari orang tuanya karena suatu hal ataupun bencana alam.”.)
dan itu semua dialami oleh riky, dia terpisah dari orang tuanya saat stm saja belum lulus, dan baru boleh ketemu orang tuanya saat riky berumur 28 tahun. 11 tahun sudah dia di negeri Hitler itu, meski sekarang riky sudah mempunyai pekerjaan yang lumayan mapan di sebuah perusahaan ternama di jerman, mobil, rumah beserta isinya, tapi aku yakin kalo itu semua tidak akan cukup untuk membayar semua kekosongannya tanpa orang tua dan saudara di dekatnya. Kehampaan selama 11 tahun tinggal sendiri di negeri orang. Bertaruh dengan kehidupannya sendiri. Berjuang mencari hak-haknya di Negara asing. Mencari kehidupan atas kemenangannya. Mencari makna cinta tanpa harus mengenalnya.